Kiat Anti Susah Setelah Resepsi Pernikahan

 

Pernah mendengar cerita teman yang setelah menikah langsung terbelit hutang? Mungkin ada yang malahan sering mendengar cerita teman soal keuangannya yang mengalami kesulitan setelah menggelar resepsi pernikahan.

Memang sih menyelenggarakan resepsi pernikahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi kalau kamu mengundang banyak tamu undangan pasti catering pernikahan Jakarta pun akan lebih banyak menyiapkan makanan untuk tamu undangan, dan seperti yang kita ketahui kalau makanan akan memakan setengah dari biaya pernikahan.

Lalu apa yang harus dilakukan pasangan setelah menikah supaya terhindar dari hidup susah setilah menikah? Berikut ini kiat anti susah setelah resepsi pernikahan yang bisa dilakukan bersama pasangan.

 

Menyusun Prioritas

Di Indonesia, orang-orang yang datang ke pernikahan biasanya akan memberikan hadiah berupa amplop yang di dalamnya berisikan uang. Nah, setelah resepsi pernikahan selesai ada baiknya uang yang didapat di pakai untuk menutupi hal-hal yang esensial. Susunlah prioritas mana yang akan di selesaikan terlebih dahulu, apakah cicilan rumah, kendaraan, atau yang lainnya.

Tapi ingat ya, setelah menikah urusan finansial harus dikomunikasikan bersama, jangan sampai rumah tangga jadi susah karena kalian tidak bisa bekerja sama.

Membuat Rekening Bersama

Setelah menikah keuangan kamu dan pasangan memang akan menjadi satu, karena itu kamu dan pasangan harus memiliki rekening bersama. Tujuannya ialah untuk menyimpan hasil penghasilan dan tentunya untuk kehidupan sehari-hari.

Harus Ada Pengelola Keuangan Rumah Tangga

Di awal pernikahan, kamu dan pasangan harus menentukan siapa yang akan mengelola pernikahan. Ini bisa dilakukan oleh suami atau istri, tergantung dari kerelaan dan kemampuan dalam mengola keuangan.

Mencatat dengan Rinci

Mencatat segala pemasukan dan keuangan secara rinci, gunanya supaya kamu bisa mengetahui aliran uang termasuk jika ada pengeluaran dari keluarga. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan kamu dan pasangan.

Menabung

Dalam mengelola keuangan rumah tangga, jangan lupa untuk menyisihkan penghasilan untuk tabungan bersama.

Mengutamakan Kebutuhan daripada Keinginan

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kamu dan pasangan harus bisa menahan diri supaya tidak terjebak dengan gaya hidup yang konsumtif dan kalian juga harus saling mengingatkan. Selain itu, di awal pernikahan kalian berdua harus sepakat untuk lebih mengutamakan kebutuhan di banding keinginan.

Menyiapkan Dana Cadangan

Dalam mengatur keuangan rumah tangga, kamu dan pasangan harus menyiapkan dana cadangan untuk kejadian yang tidak terduga. Hal ini berguna untuk antisipasi kejadian seperti masuk rumah sakit atau hal lainnya.

Hal ini wajib ya, jangan sampai urusan sakit saja harus ngutang ke keluarga. Cara ini pun bisa di jadikan sebagai pembelajaran untuk kamu dan pasangan supaya bisa mandiri secara finansial jadi tidak bergantung pada keluarga masing-masing. Apalagi kalau sampai merepotkan keluarga, untuk membayar paket pernikahan Jakarta sudah merepotkan keluarga, masa setelah menikah masih mau merepotkan juga.